• Uncategorized

    Miroir #3

    Semester tujuh ini ternyata tidak sesantai yang Sita kira. Jadwal kuliah dan praktikum yang tetap padat, jadwal bertemu dosen pembimbing skripsi, dan belum lagi tugas-tugas yang selau memanjangkan daftar to-do list. Hosh, sedikit lagi lulus, yakin Sita dalam hati. Sepuluh menit yang lalu salah satu kelas yang diikuti Sita baru saja bubar dan kelas selanjutnya baru mulai tiga jam lagi. Diliriknya jam tangan yang menempel di pergelangan tangan kirinya. Pukul 12.15. Makan siang dengan Rendi sepertinya ide bagus. Sita : Mi ayam mang udin yuk? Sent Seharusnya Rendi menjawabnya dengan ‘iya’, mengingat sebentar lagi jam istirahat dan kantor Rendi hanya berjarak 15 menit dari warung itu jika jalanan lancar. 1…