• Uncategorized

    Miroir #4

    Sudah seminggu. Ya, sudah seminggu ia biarkan pesan lewat BBM dari Denok berstatus Read tanpa balasan. Bukannya sombong, ia hanya tak tahu harus menjawabnya dengan bagaimana. Menjawab ‘hai’ dengan apa saja ia bingung, dasar Sita aneh! Umumnya perempuan seusianya sudah mahir memainkan perasaan di hati ini, tapi kenapa sampai sekarang dirinya tidak juga bisa? Denok Denok Denok, senyum manis dengan lesung pipit di sebelah kiri, tatapan mata yang syahdu, dan suaranya yang renyah terus menerus berputar di pikiran Sita. Denok, diamlah kamu di situ, jangan ganggu aktivitasku! Bagaimana bisa aku fokus mengerjakan tugas kuliah, mendengarkan materi, dan mendengarkan bimbingan kalau kamu terus menggangguku? Awalnya Sita tidak mau menyebutnya sebagai jatuh…