• Kerajinan Tangan

    Kolaborasi #FoodyIDxWinonaRianur

    Jika Tuhan mengabulkan semua doamu, sudah siapkah kamu menerima semuanya? Dulu saya pernah bertanya-tanya, apakah akan ada brand/produk yang mau berkolaborasi dengan artwork saya? Pikiran tersebut pernah saya simpan dalam folder mengkhayal babu. Sekedar sadar diri kalau saya bukan anak DKV, cuma anak teknik yang belakangan ini nyemplung di dunia seni, baik literasi maupun ilustrasi. Semua dilakukan secara otodidak, berantakan, dan menimbulkan banyak komentar. It’s okay, namanya juga proses belajar dan bertumbuh. Khayalan babu saya tersebut masih tersimpan rapat sampai kemudian salah seorang Human Foody menghubungi saya dan menyatakan keinginan website penyedia direktori info makanan di Indonesia tersebut tertarik untuk membeli karya saya. WOW! Pas pertama kali ditelpon saya sempet…

  • Memanusiakan Manusia

    Belajar Mengatur Keuangan a la Millennials

    Saya akhirnya sampai pada tahap di mana mengatur keuangan terasa begitu tricky. Akhirnya, setelah bertahun-tahun hanya menengadahkan tangan dan selalu menunggu aliran dana dari orang tua, alhamdulillah sekarang punya sumber penghasilan sendiri. Tapi tentu saja amanah ini disertai dengan “gileeee, ternyata ngatur duit itu ga segampang yang gue kiraaaaaa..” Ini semua berawal dari emak yang bulan puasa lalu tiba-tiba mengaudit keuangan saya. Diawali dengan pertanyaan singkat “udah punya tabungan berapa?” saya pun dikuliti habis-habisan. Saya pun cuma diam pasrah. Ke mana semua duitnya? Kenapa nggak bisa nabung? Entaaaah~ Iya, iya tahuu.. Generasi millennials seperti saya ini emang susahnya minta ampun untuk menyisihkan sebagian uangnya demi savings. Selalu saja mengalir lagi…

  • Memanusiakan Manusia

    Pengakuan Dosa : Canceling Two Volunteering Schedule In A Row

    It’s been a looong time since the last time I wrote something and look what will I do? Membuat pengakuan dosa. Jadi di bulan September yang konon ceria ini saya baru saja membatalkan dua kesempatan untuk ambil bagian dalam Pendidikan Indonesia, yaitu melalui Kelas Inspirasi Balikpapan dan Kelas Inspirasi Samarinda. Padahal banyak yang berpikiran kalau dua gerakan kerelawanan tersebut bisa saya jadikan momen untuk pulang kampung. Yes, pikiran saya pun begitu. Lumayan, ngajar sekalian jalan-jalan dan nengokin saudara di pulau seberang. Ketika nama saya diumumkan masuk ke dalam daftar relawan, saya langsung woro-woro ke teman dan kerabat. Ada anak Kalimantan mau temu kangen sama nasi kuning nih! Banyak kemudian yang…

clear-fix">