• Senandika

    Resonansi

    ini bukan tentang siapa yang berlari paling cepat melainkan siapa yang mampu menggapai sudut terjauh menembus ratusan lapisan lingkar demi sehirup udara baru; bebas dari pekatnya harapan yang membusuk di sana, di langkah-langkah cepat yang kita ayunkan ada napas yang saling berkejaran serta teriakan orang-orang yang saling bersahutan; menyemangati, melahirkan resonansi namamu menggantung di telingaku namaku bergetar di rumah siputmu masing-masing dari kita berusaha menggapai ujung sementara waktu terus memburu ingin membunuh tuan, rasa-rasanya sedetik lagi aku akan tenggelam dalam peluh dan sendu akibat bahagia yang meluruh ingin kumemalingkan pandang barang sekejap untuk memastikan kau masih kuat lari menjauh namun suara di kepala berkali-kali menolak, bisiknya, kau tak lebih dari…

  • Senandika

    Kembali

    yang dikira akan menetap ternyata hanya ingin singgah sebentar, singkat, sekilas datang membawa buah tangan khas masa lalu; sebuah kotak pandora berisi nada, tawa, dan peluk yang disangka adalah pertanda ternyata hanya prasangka melingkar lalu menjalar di kepala; mengikat dan menarik-narik asa yang telah terburai – membuat yang berdebu kembali hangat untuk ditempati yang pernah hilang dari ucap tiba-tiba kembali berbicara menghaturkan kata kunci pembuka pintu baja seraya bersenandung manis di telinga lalu pelan-pelan minta disebut dalam tiap lembar doa yang lalu kini datang yang hilang telah pulang ia terasa benar ia kembali; kembali membuka apa yang telah tertutup kembali mewarnai apa yang pernah kelam kembali membawa apa yang sempat…

clear-fix">