• Senandika

    Mari Bicara Soal Kopi

    Weekend lalu saya ketemuan sama salah seorang teman kuliah. Dia adalah penyuka Chatime, ketika kali pertama bertemu, hal kedua yang ia tanyakan setelah kabar saya adalah “Cil, tau Chatime di mana?” Saya menggeleng. Kami lalu berjalan mengitari mall sambil celingukan berdua. “Quickly, may be?” saran saya dengan menyebutkan merk minuman sejenis. “Ah, enggak deh, terlalu artificial,” ujarnya sambil melambaikan tangan dan terus berjalan. Oh. Saya mencoba mencerna ucapannya. Terlalu artificial. Terlalu buatan. Oh. Bisa peka gitu ya lidahnya, ucap saya dalam hati. Buat saya semua minuman itu cuma ada dua jenis – ada air putih dan selain air putih. Minuman rasa-rasa yang cocok bagi saya hanya teh, itupun sering tanpa…