Aku INTP, kamu?

sumber gambar
Udah beberapa kali ikut kuis MBTI dan jawabannya selalu sama : INTP. Mungkin memang harus menerima kenyataan kalau aku adalah seorang yang memiliki instrumen Introversion, Intuition, Thinking, dan Perception dalam diri. Plus, katanya keakuratan MBTI ini mencapai angka 75% jadi … ya beginilah aku apa adanya. Terima aku yang begini adanya, guys!! Terima!! *dikaplok*
Gimana sih cara cek personality kayak gini, Win? Banyak, salah satunya di sini. Kalian cukup memilih jawaban yang paling gue banget sampai pertanyaan habis lalu, boom! keluar deh hasilnya. Kabarin ya personality kalian apa, siapa tahu sama denganku. Kalau sama kan kita bisa … uhm, bisa … nggak bisa bikin apa-apa juga sih. Nah, buat yang emang positif INTP, kita bahas yuk sebenarnya apa sih I, N, T, dan P ini. Kenapa kita harus bangga masuk golongan ini? Apa hanya karena Albert Einstein juga seperti kita? Atau karena populasinya yang cuma 4% di dunia? Atau karena lu pada harus berbangga hati karena gue ada bersama kalian? *dikaplok lagi*
sumber gambar
Well, mari kita mulai dari huruf pertama, yaitu I. Introversion. Banyak orang yang mulai ngerti soal introvert dan extrovert ini. “Oh, introvert itu yang pendiam dan sukanya duduk di pojokan sendirian, Win!” dan “Extrovert itu yang sukanya ngumpul sama orang banyak dan jadi pusat perhatian!” Oke, itu nggak salah kok, bener semua, hanya saja definisi keduanya tidak sesaklek itu. Introvert dan extrovert adalah dua kelompok orang yang memfokuskan diri dan menyerap energi untuk diri mereka dengan cara berbeda. Introvert, seperti aku ini, emang lebih suka menghabiskan waktu dengan diri sendiri atau bersama circle kecil yang isinya adalah orang-orang yang membuatku nyaman, orang yang kusayang, dan kupercaya. Tapi, bukan berarti aku nggak bisa ada di tengah kerumunan orang banyak. Bisa kok. Aku bisa berdiri di depan dan menerangkan sesuatu ke orang banyak. Bisa pula ngobrol dalam circle besar seperti forum. Bisa juga datang ke perayaan besar dan berinteraksi dengan banyak orang yang mayoritas nggak kenal. Bisa, tapi kurang doyan. Dan, biasanya introvert punya limit sendiri kapan harus keluar dari keramaian orang dan kembali ke dunia kecilnya.
Banyak orang sering menyalahartikan introvert sebagai sosok yang pemalu, padahal dua hal tersebut berbeda. Pemalu bisa jadi memang introvert, tapi introvert belum tentu pemalu. Aku pernah baca buku Quite-nya Susan Cain, di situ di jelaskan kalau Introvert dan Extrovert itu bukan perkara pemalu dan supel, jauh lebih dari itu. Bahkan Cain juga memberikan rumus Introvert-Extrovert ini dalam dunia pekerjaan, Sebuah perusahaan bisa berjalan baik dan berkembang ketika dipimpin oleh seorang Introvert yang memiliki anak buah Extrovert. Berpikir sebelum bertindak, menimbang segala baik buruk, berusaha memecahkan segala masalah sendirian dan hal lain yang biasa dilakukan oleh introvert akan menjadikannya pemimpin bagi sekumpulan extrovert yang cenderung spontan, senang berinteraksi dengan banyak orang, dan lainnya. Introvert adalah organize yang baik dan Extrovert kadang memang perlu diatur oleh orang seperti kita-kita ini. 
sumber gambar
Next, N in Intuition. Emang bener sih, aing pun lebih sering pakai intuisi saat menatap masa depan. *halah, apaan sih gw* :)) Intuisi berarti lebih senang melihat segala sesuatunya dalam bentuk abstrak ketimbang konkrit. Jadi tuh kalau ada masalah, aku menyelesaikannya dengan cara melihat dari big picture dulu baru mendetail. Ibarat kalau mau melakukan invasi ke Mars, aku tuh harus punya peta lengkap Mars dulu. Nggak mau asal mendarat di sana lalu menanam kentang kayak di film The Martian. Aku harus lihat keseluruhannya secara utuh baru memecahnya ke dalam potongan lebih kecil. Plus, orang yang porsi N-nya besar adalah orang yang cenderung senang memikirkan – bahkan sampai mengkhawatirkan – masa depan ketimbang menikmati hidup di masa sekarang. Kasihan amat ya stres mikirin future dari pada present. Nggak menikmati hidup gitu jadinya karena sibuk mengejar yang tak pasti. Ya, sebelas dua belas lah kayak mengejar cinta kamu. Kejar aja dulu, lari dari posisi aman yang sekarang aja dulu, masalah dapet enggaknya dipikir sambil lari. *uopooooo*
sumber gambar
Berikutnya adalah T – Thinking. Nah! Kekuatan terbesarku dan sebagian besar INTP biasanya ada di T ini. Kita orangnya demen mikir. Semua dipikirin. Otak nggak dipersilahkan istirahat, pokoknya mikiiiiir melulu. Saking seringnya bahkan bisa sampai overthinking. Dari yang sebelumnya nggak ada masalah tiba-tiba jadi merasa punya banyak masalah cuma gara-gara kemakan pikiran sendiri. Pantang berhenti mikir sebelum solusi muncul dan terlaksana adalah salah satu kekuatan INTP. Kita mikir secara logika, bukan rasional. Nggak melibatkan emosi, kepentingan pihak-pihak tertentu, maupun keadaan sosial. Yang kita pikirin hanyalah bisa memecahkan masalah secara logis, terbaik, tercepat, dan terakurat. Kita lebih senang membahas sebuah ide dan gagasan ketimbang membahas perkara hati yang galau. Contoh, dalam membahas film Star Wars, aku lebih suka membahas gimana caranya menghancurkan dark side ketimbang membahas kisah cinta Leia dan Han Solo. Sorry to say :p
sumber gambar
Terakhir, P – Perception. Konon, personality yg extremely introvert itu adalah INTJ. Mereka adalah golongan yang paling tinggi membangun tembok pembatas dari sekelilingnya, paling nggak suka diutik-utik orang lain, dan paling nggak peduli sama apapun selain dirinya – pokoknya mereka strong seorang diri. Nah, INTP adalah golongan yang paling mendekati INTJ *jeng jeng!* Yang membedakan keduanya hanyalah satu huruf di belakang yang sifatnya berkebalikan, yaitu Perception atau Judgment. Kitorang, para INTP, nggak suka nge-judge apapun. Penilaian yang kita lakukan selalu bersifat objektif . Mata kita selalu berusaha melihat sesuatu secara apa adanya dan membuka diri atas segala kemungkinan. Bahkan pada hal yang nggak disukai pun kita cenderung bersikap netral kalau dimintai penilaian. Selalu mengedepankan persepsi, yang berarti mengumpulkan tanda dan bukti nyata, sebelum mengambil kesimpulan. Observasi adalah kekuatan INTP. Menyusun, mengenali, menafsirkan, dan membeberkan pemahaman itu kita bingits!
:))

*tarik napas panjang* *kretekin jari*

Widih, udah panjang aja ya ini tulisan. Kayaknya tadi baru nulis separagraf deh, kok sekarang kalimatnya pada beranak sebanyak ini sih :)) Emang ye kalau udah masalah personality alias diri sendiri, tiap orang langsung lancar menjelaskan. Merasa paling ngerti banget. 
Oke, kita langsung ke kesimpulan aja ya. Jadi, intinya INTP itu seperti apa, Win? Lalu INTP cocoknya jadi apa? Hmm, aku copy-kan dari Wikipedia aja yes. Gini…
INTPs are quiet, thoughtful, analytical individuals who tend to spend long periods of time on their own, working through problems and forming solutions. They are curious about systems and how things work. Consequently, they are frequently found in careers such as science, philosophy, law, psychology, and architecture.
Nah, gimana? Kamu yang INTP udah merasa benar memilih pekerjaan, belum?
Trus, buat kamu yang belum tahu tipe MBTI, coba cek, kamu INTP bukan?
sumber gambar

7 Comments

  1. N Firmansyah

    March 3, 2016 at 2:30 am

    Daku INFP. Beda dikitlah~

  2. Rianur

    March 5, 2016 at 4:20 pm

    tipis-tipis aja lah yaa~

  3. N Firmansyah

    March 10, 2016 at 4:50 am

    Iya, kayak pembalut gitu…

  4. luna

    April 22, 2016 at 5:48 pm

    Aku juga INTP. Belajar bahasa indonesia di Australia. Tapi aku masih beginner. I like your blog!

  5. Winona Rianur

    April 23, 2016 at 5:07 am

    thanks, Luna 😀 toss dulu dong kitaaa

  6. Ajeng Putri

    December 17, 2016 at 12:25 pm

    Saya jg INTP, salam kenal ya 😄😄 Selamat berfikir para INTP yang kalo lelah suka nya menghilang kekekekekek

Leave a Reply