Senandika

Hello again, Jan

Desember nggak pernah jadi bulan favorit buat gue. Dunno exactly why. Mungkin terlalu banyak hal nggak enak yang kejadian di bulan terakhir dalam tahun masehi ini. Desember selalu terasa pengap, meski suasana liburan menguar dari segala lini. For me, it’s always no for Dec. Big NO. so yeah, meskipun gue nggak pernah merayakan tahun baru dari dulu, Januari selalu jadi momen restart yang gue tunggu-tunggu. Layaknya embun pagi yang dinanti lepas malam pekat, gue menunggu Januari lahir. Menghitung-hitung kapan waktunya gue bisa membuang kalender yang lama demi bisa memasang kalender baru.

Tahun ini pun begitu

Desember kali ini overthink gue makin menjadi. Memikirkan sangaaat banyak hal yang berhasil dan belum berhasil gue lakukan di 2017. Keluarga, cinta, pekerjaan, pertemanan, dan segala printilan hidup. Mimpi-mimpi yang menguap begitu saja. Peluk yang tiba-tiba merenggang kembali. Doa-doa yang belum terjawab. All these things lead me to one conclusion: I need to move on. Right here, from now. I’ve wasted too many times by worrying the same thing, same person, same love. Terlalu lama waktu terbuang untuk menatap layar yang sama, menjalani path yang sama, dan menggerutukan kecewa yang sama.

My friends were trying hard to save me

Mendekati penghujung 2017 gue banyak bertukar pikiran dengan beberapa teman dekat. Honestly, gue sampai sekarang juga nggak paham kenapa mereka bisa betah temenan sama gue. Entah amal gue yang mana yang akhirnya ngebuat Tuhan mau menaruh gue di antara orang-orang baik ini. Karena mereka dari dulu selalu ringan membantu gue, tidak hanya dalam hal memberi, namun juga dalam proses healing berkepanjangan ini. Mereka setia banget mendengarkan segala keluh kesah gue. Sampai akhirnya di hari yang sama, meskipun mereka berjauhan, tidak direncanakan, dan emang nggak saling kenal, mereka memberi wejangan yang sama ke gue, yaitu, “you should let it go, win.” At first gue sempat mengelak, tapi di hari kedua bulan Januari ini gue akhirnya sadar kalau apa yang mereka omongin itu serius. Melepaskan adalah hal terbaik.

So what’s next?

Kalau tahun-tahun lalu gue biasa menyambut januari dengan selembar kertas berisi list resolusi, tahun ini enggak. Biasanya di blog-blog gue bakal muncul tulisan kaleidoskop dan resolusi, tahun ini enggak. Gue nggak menargetkan apapun, hanya ingin menjalaninya dengan ringan dan ikhlas. Meski nggak bisa bohong juga, deep down gue punya beberapa mimpi besar yang siap diperjuangkan, tapi untuk kali ini nggak bakal terlalu ngoyo. Jalani, doakan, usahakan.

Satu lagi sih, gue nggak mau terlalu attach dengan orang lain, kecuali sama keluarga dan pertemanan di circle terdalam. Bukan berarti gue membangun dinding lebih tinggi. Tahun ini justru gue ingin merobohkan four walls tersebut. Hanya saja rulesnya masih sama : gue nggak pernah berusaha membuat semua orang senang. Sebab intinya akan selalu sama, I’m gonna make myself happy first, like always.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

clear-fix">