Menikmati Umur Baru

Kebanyakan orang merayakan pergantian usia dengan tiup lilin, potong kue, dan buka kado. Uhm, sebenarnya aku juga gitu sih. Selebrasi tahunan tersebut juga kulakukan seperti tahun-tahun lalu. Berdoa pada Yang Maha Pemurah untuk kembali mengirimkan banyak kebaikan di umur ini, menyebutkan beberapa keinginan dan mimpi, sampai mengharapkan kebahagiaan bagi orang-orang terkasih. Beberapa teman, kerabat, dan sahabat juga turun bersukacita, mengirimkan beragam ucapan, doa, editan foto, ilustrasi, dan bentuk-bentuk kasih sayang lain. Terima kasih banyak ya!
Tapi, bukan itu yang mau kuceritakan di sini.
Jadi, kemarin, tanggal 5 Januari, umurku kembali mengganjil. Naik satu angka dari dua puluh dua. Ho oh, udah boleh muterin lagunya Taylor Swift yang 22 deh sekarang :))) kemarin-kemarin kan masih nggak pas. Lha wong liriknya everything will be alright If we just keep dancing like we’re 22. Tua? Emang. Predikat Bocil yang tahunan ini menempel tiba-tiba luruh dan larut menuju muara. Udah nggak bisa main-main lagi, euy, tahun ini mesti lebih serius menjalani hidup.
Dan, untuk memulai umur baru, seharian kemarin aku meluangkan waktu untuk merayakan 5 Januari dengan diri sendiri. Sounds weird? Hm, iya, mungkin. Tapi menyenangkan kok. Beberapa hal yang pengin dilakukan kulist di malam sebelumnya biar nggak lupa. Maklum ye, aing emang pelupa orangnya. Lalu apa aja yang kulakukan seharian kemarin?
hadiah dari Mbak Inez
First, olahraga. Lebih tepatnya senam aerobic karena kesiangan bagun dan batal lari. Tahun ini bertekad banget untuk bisa kembali ke pola hidup sehat. Makan bener, olahraga bener, dan bikin badan jadi bener lagi. Di tahun baru kemarin, saat keluarga besar ngumpul, sempat beberapa kali dapat omongan, “dietnya gagal po?”, “udah nggak olahraga lagi?”, “lho sekarang makan nasi?”, dan lainnya yang menyelubungi satu pertanyaan “KOK GENDUT LAGI SIH?!”. Fine, kitorang mesti mulai diet lagi dari awal. Lagi pula maret nanti ada sahabat yang nikah, otomatis mesti langsiiiiinnnggg.. gawat banget kan pakai kebaya tapi kelihatan lipatan lemak di mana-mana. Ewh!
Ke dua, giving. Cara sederhana untuk berbahagia adalah dengan berbagi. Nggak tahu ya, aku kalau lagi senang langsung dermawan aja gitu bawaannya :))) 
Selanjutnya, jajan buku. MWAHAHAHA. Kuakui yang ini impulsif sekali. Biasanya kalau jalan mengitari toko buku suka bingung sendiri mau beli buku yang mana, trus ujung-ujungnya keluar dengan tangan kosong. Kelabilan ini ternyata berdampak besar bagi kebiasaan menulis aing. So, akhir tahun kemarin ijk ikutan lomba nulis novel romance. Outline sudah dipersiapkan dari jauh hari tapi baru beneran nulis sebulan sebelum tenggat waktu. Cari mati? Emang. Winona satu ini paling nggak bisa kerja tanpa tekanan. Dan, karena pede sudah punya outline, aku santai aja nulisnya. Eh ternyata menemui banyak rintangan selama menulis. Gaya deskripsi yang payah, perpindahan sudut pandang yang kacau, sampai alur yang terasa begitu lambat. Perombakan sana sini pun dilakukan hingga akhirnya telat ngumpul 7 menit dari batas waktu. Kondisi naskah juga masih mentah banget. Nggak tahu deh bakal lolos apa nggak T.T Nah, sadar kalau lomba kemarin ancur banget, aku ingin memperbaikinya dengan membaca lebih banyak buku. Sekalgus coba memenuhi target baca 50 buku di 2016 ini. Lalu buku apa aja yang kamu beli, Win? Mostly Pramodya Ananta Toer (3), sisanya fantasi (2). No romance karena tiga bulan kemarin sudah menenggelamkan diri di bacaan romance demi bisa menuliskan novel bergenre serupa.
Ke … ke berapa sekarang? Empat! Oke, ke empat, bought a journal. Sudah banyak keinginan dan impian di 2014 dan 2015 yang gagal terlaksana. Banyak X faktor yang mempengaruhi, memang, tapi penyebab terbesarnya adalah karena aku adalah orang yang gampang sekali terdistraksi. As a multipotensionalite, aku memang susah fokus. Being a specialist isn’t my thing, really. Kepenginnya selalu lompat dari satu hal ke hal lain yang tampak menarik. Mudah teralihkan, mudah berpindah, dan mudah menyesal juga. Itulah kenapa tahun 2016 ini aku mencoba untuk menjalani hidup dengan lebih tertib dan disiplin dengan mencatat segala hal di jurnal. Seperti diary ya? Ho oh. Bedanya, ini buku bukan buat curhat, tapi untuk mencatat apa saja yang dilakukan setiap hari biar tahu progres diri sudah sejauh apa. Akan ketahuan dan terbaca kalau mulai melenceng. Akan bisa ditarik kembali ke right path kalau sudah hilang panduan. Sebetulnya, aku sendiri nggak telaten untuk nulis setiap hari begini sih hahaha. Tapi, lagi-lagi, demi hidup yang lebih terarah, aku memang harus melakukannya. Mau nggak mau.
Next, redesign this blog. Aku punya dua blog aktif. Satu di tumblr dan satu di blogspot sini. Kalau ditanya mana yang lebih aktif, jawabannya adalah tumblr. Habis di sana banyak postingan nggak penting namun keren sih :))) jadi rajin reblog dan nge-love-love-in postingan orang. Tumblr udah jadi tempat bermain bagiku, dari fangirl-ing sampai berpuisi galau karena patah hati, dari reblog quote film sampai curhatan yang ditulis sambil nangis-nangis. Sisi gilaku ada di sana. Kalau di blogspot sini aku cenderung lebih teratur, terstruktur, dan postingannya juga lebih waras. Semua di sini ditulis dalam keadaan sadar dan benar. Itulah kenapa aku ingin lebih mengoptimalkan blog ini. Rebranding sekali lagi. Duh, asal tahu aja, blog ini sudah tiga kali di-reset ulang. Kalian lihat archive-nya? Sampai 2011 kan? Hm, sebenarnya blog ini dibuat jauh sebelum itu. Dan, tahun ini aku ingin coba menulis lebih serius dan mengajak lebih banyak tamu berkunjung. Belajar lebih dalam untuk menjual diri lewat beragam kisah. Karena menulis membuatku lebih hidup, tahun ini aku akan membiarkan hidupku diatur oleh tulisan-tulisanku sendiri. Who know kalau di akhir tahun aku ikut blogger camp? :p
Ke enam, nonton Sherlock Special. Makasih banyak untuk Saudari Yolanda Septiana yang kemarin berbaik hati ngasih o/ Superb! Akhirnya kangen dua tahun terobati juga. Bisa kembali lihat Sherlock, John, Mycroft, Mary, dan Mrs. Hudson. AYE AYE!! Njir, sampai perlu nonton dua kali biar lebih ngeh :)) akhirnya di kali ke dua nonton malah ketiduran karena udah jam 11 malam:| *toyor kepala sendiri* fangirl macam apa coba yang justru tidur di saat serial favoritnya lagi diputar? -.- Yah, meski season 4 masih keluar tahun depan, tapi setidaknya satu episode ini udah cukup mencerahkan aing lah. Ultah kemarin jadi pecah karena ditutup dengan ngeliatin muka Benedict Cumberbatch sampai terpejam.
Mwahahahaha!
Oke, selesai. Totalnya, ada enam hal yang kulakukan sendiri untuk merayakan ulang tahun sendiri. Mbulet yo. Rasanya senang, puas, dan cukup tertantang juga untuk menjalani umur baru dengan lebih awesome lagi. Nggak sabar untuk menyambut hal-hal di luar ekspektasi yang sengaja dikirimkan Tuhan untukku di tahun ini o/ Aku siap! Aku siap! Aku siap!
Plus, terima kasih banyak untuk semua orang yang udah meramaikan notifikasi facebook, instagram, path, bbm, line, dan socmed lainnya untuk ikut merayakan ulang tahunku. Makasih untuk kue coklatnya. Doa-doanya. Serta segala harapan yang ditujukan untukku. Senang rasanya jadi pusat perhatian seharian kemarin :)) walaupun sebagai introvert saya kurang doyan, tapi merasakannya sehari dalam setahun ternyata not bad ya. Apalagi dapat ucapan dari gebetan, mantan, dan selingkuhannya gebetan dulu. Lengkap lah pokoknya. Aing senang o/

Leave a Reply