Kata dalam Buku

Murder On The Orion Express

Judul : Murder On The Orion Express

Penulis : Agatha Cristie

Jumlah Halaman : 274

ISBN : 9780007119318

Penerbit : HarperCollins Publishers Ltd

Tahun Terbit: 2001

Mystery isn’t my cup of tea. Cerita bertema detektif, boleh lah, tapi kalau soal misteri, hmm.. let me think. sampai kemudian akhir tahun lalu saya nonton dengan seorang teman, lupa nonton film apa, tapi sebelum mulai ada trailer Murder On The Orion Express lewat. “Kayaknya bagus,” ujar teman saya dalam gelap. Saya ingin segera mengamini, namun keburu kaget ketika di akhir trailer muncul credit Agatha Christie. Oh, wow! I knew that name but I never thought that that film was the adaptation of her novel.
Long story short, saya nggak sempat nonton Murder On The Orion Express. Lalu beberapa waktu lalu ada teman nulis yang woro-woro di twitter kalau dia mau lepas dua novel impor secara cuma-cuma, salah satunya Murder On The Orion Express. Gercep, buku itu pun sampai di tangan saya. Nyampenya udah dari bulan kapan, akhirnya baru kebaca sekarang karena ditantang untuk baca buku impor di WAG Reading Challenge.
DAN TERNYATA WAGELASEH ENDINGNYA YA AMPOOOONNN!! Jarang-jarang lho saya nggak berhasil nebak ending sebuah cerita. Expresi saya ketika selesai membaca halaman terakhir : tercekat. Udah 11-12 banget seperti ketika selesai nonton Avengers : The Infinty Wars. Saya sampai nggak ngerasa kalau ini misteri, malah lebih ke cerita detektif yang ngalir banget lalu DANG! Kaget banget di ending hahaha.
Novel setebal 200an halaman tersebut berkisah tentang pencarian pembunuh di dalam kereta api. Satu detektif, satu kasus pembunuhan, satu kereta dengan banyak penumpang, satu tujuan, dan harus mencari satu tersangka pembunuh. Berhasil kah? Berhasil. Tapi jujur aja saya gagal menebak siapa pembunuh sebenarnya. Plot twist abis.
Tenang, saya nggak bakal kasih spoiler, yang jelas latar waktu awal abad ke 20 yang dipakai Agatha Cristie makin membuat proses pencarian si pembunuh makin mbulet dan penuh twist. Ada beberapa hal menyangkut sejarah juga turut hadir di novel tersebut. Sebut saja Afrika, Inggris, Amerika, dan Prancis. Sudut pandang yang dipakai juga adalah POV 1 dari sisi si detektif, jadi kita ga bisa meraba pikiran / modus orang lain.
Kudos lah untuk Agatha Christie. Lepas dari Murder on the orion express kayaknya saya penasaran dengan novel Agatha selanjutnya. Ada saran?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *