Miroir #5

Acara nonton bareng Perahu Kertasnya berjalan sukses! Sama sekali tidak ada moment mati gaya, Sita dan Denok terus saja mengobrol, kadang tertawa, kadang bersenandung bersama. Yap, mereka sudah berteman. Ngomong-ngomong apa komentar Rendi kalau tau hal ini ya? Sepulang dari nonton Perahu Kertas itu Denok […]

Read more

Miroir #4

Sudah seminggu. Ya, sudah seminggu ia biarkan pesan lewat BBM dari Denok berstatus Read tanpa balasan. Bukannya sombong, ia hanya tak tahu harus menjawabnya dengan bagaimana. Menjawab ‘hai’ dengan apa saja ia bingung, dasar Sita aneh! Umumnya perempuan seusianya sudah mahir memainkan perasaan di hati […]

Read more

Miroir #3

Semester tujuh ini ternyata tidak sesantai yang Sita kira. Jadwal kuliah dan praktikum yang tetap padat, jadwal bertemu dosen pembimbing skripsi, dan belum lagi tugas-tugas yang selau memanjangkan daftar to-do list. Hosh, sedikit lagi lulus, yakin Sita dalam hati. Sepuluh menit yang lalu salah satu […]

Read more

Miroir #2

1 new message received Rendi : Sit, main2 ke rmh dong? Sombong amat? Mumpung weekend.. sekalian liatin istri baruku. Eh, udh tw blm kl aku udh nikah? SMS Rendi di minggu pagi membangunkan Sita yang masih betah menikmati awal hari di atas kasur. Huh, Rendi, […]

Read more

Miroir #1

Sita menatap cermin sekali lagi lalu memperbaiki letak bross kupu-kupunya. Ia menatap cermin sekali lagi lalu merapikan kain hijabnya yang menggantung lebih di sisi kiri. Ditatapnya lagi cermin di hadapannya, sempurna. Ia siap berbahagia hari ini. Telepon genggamnya berbunyi. “Halo?” “Mbem, udah cantik belum? Gih […]

Read more