• Memanusiakan Manusia,  Senandika

    Seize the Moment

    “Sunset terbaikku ada di Lombok,” ucap saya dengan mata berbinar-binar sementara ingatan ini terlempar jauh ke Pantai Senggigi pukul 6 sore pada bulan Januari tahun lalu. Meski sebenarnya saya sedang duduk di restoran makanan cepat saji di Surabaya, namun saya bisa merasakan debur ombak saling bersahutan dengan kilau emas matahari yang mewarnai air laut dari garis horizon. Majestic. “Nanti kalau kamu sampai di Lombok, kirimkan satu foto senja buatku, ya,” pinta saya pada seorang teman yang sedang asik mengunyah sepotong ayam di seberang meja. “Buat apa?” tanyanya tanpa menoleh. “Buat dikenang. Situ kan fotografer,” jawabku. Ia akan menginjakkan kaki di Lombok dalam hitungan minggu. Akhirnya setelah saya ceritakan tentang keindahan…

  • Senandika

    Laut

    Laut adalah tempat terbaik untuk melarikan diri. Kalimat di atas pernah saya jadikan caption foto untuk diunggah ke akun Instagram saya. Seorang teman kemudian membubuhkan komentar, “emang bisa berenang? Paling juga masuk angin.” Ada juga yang menimpali dengan, “mau ngapain di laut?” Membacanya, membuat saya menarik napas panjang. Beberapa hari kemudian saya memilih untuk menghapus foto tersebut. Bagi saya, laut bukan sekedar muara, melainkan tempat untuk berkontemplasi ternikmat. Pernah dengar pertanyaan klasik, “pilih gunung atau laut?” Kira-kira kamu bakal jawab apa? Kalau saya, tidak ada jawaban saklek. Relatif aja, tergantung kondisi pikiran, butuh rehat atau justru butuh mikir. Relatif, tergantung lokasi mana yang paling dekat dengan keberadaan saya. Relatif, tergantung…

  • Memanusiakan Manusia,  Senandika

    Unlove

    I’m not really good at this, tapi mari bicara soal perasaan. Saya suka gemas dengan orang-orang yang mengartikan benci sebagai kebalikan dari cinta. No, it’s different thing. Ketika kita tak lagi mencintai atau dicintai, benci bukanlah perasaan yang pas untuk mengisi kekosongan tersebut. Kesal, jengkel, marah, itu wajar karena merupakan reaksi kehilangan. Ketika stress, bagian otak kita yang bernama amygdala akan aktif dan melahirkan negative emotions. Anxiety, depressed, sad, etc. Sayangnya kita sering menyalahartikan negative emotions tersebut sebagai kebencian. Guys, those feelings are temporary, trust me. Saya percaya, benci bukan lawan dari cinta. Kebalikan dari cinta adalah tidak peduli. Unlove, kalau saya bilang. Yang biasanya khawatir, berubah jadi acuh. Yang…

  • Memanusiakan Manusia,  Senandika

    Detoxing from Smartphone

    My phone is broken. Sudah lama banget sih rusaknya, tapi emang saya anaknya males gonta ganti saat sudah nyaman, alhasil itu hape nggak juga diganti. Padahal orang-orang di sekitar udah memandang hape saya dengan prihatin. Jenis smartphone yang saya pakai sejak 3 tahun lalu adalah iphone 5s. udah cinta mati sama hape satu ini. Ukurannya pas di tangan, fiturnya juga bagus (lebih dari cukup, malah), dan nggak pernah rewel sama sekali. Satu-satunya alasan yang membuat dia koit dan tak lagi berfungsi adalah … bolak balik kebanting. Ada kali tuh 5 kali kebanting, lepas dari tangan lalu jatuh bebas menghantam lantai. Dari yang awalnya tahan banting, sampai akhirnya nggak tahan lagi…

  • Senandika

    Arrival Section on The Airport

    Salah satu tempat paling menyenangkan di dunia ini adalah terminal kedatangan di bandara. Setiap perjalanan pasti memiliki tujuan. Dan, sampai di tempat yang dituju lalu bertemu dengan hal yang diimpikan adalah sebuah kebahagiaan. Terminal kedatangan selalu dihiasi oleh senyum dan tawa. Di detik awal pertemuan, selalu ada dua tangan yang berjabat, dua tubuh yang saling memeluk, serta dua jiwa yang akhirnya bersatu setelah sekian waktu menahan rindu. Terminal kedatangan selalu menjadi tempat membagi buah tangan – bisa dalam bentuk souvenir maupun kisah perjalanan. Menoleh ke pintu kedatangan dari dalam bandara adalah momen favorit saya. Ketika mengantre ambil bagasi, saya suka deg-degan sendiri karena nggak sabar untuk melewati pintu demi bertemu…