• Memanusiakan Manusia,  Senandika

    Detoxing from Smartphone

    My phone is broken. Sudah lama banget sih rusaknya, tapi emang saya anaknya males gonta ganti saat sudah nyaman, alhasil itu hape nggak juga diganti. Padahal orang-orang di sekitar udah memandang hape saya dengan prihatin. Jenis smartphone yang saya pakai sejak 3 tahun lalu adalah iphone 5s. udah cinta mati sama hape satu ini. Ukurannya pas di tangan, fiturnya juga bagus (lebih dari cukup, malah), dan nggak pernah rewel sama sekali. Satu-satunya alasan yang membuat dia koit dan tak lagi berfungsi adalah … bolak balik kebanting. Ada kali tuh 5 kali kebanting, lepas dari tangan lalu jatuh bebas menghantam lantai. Dari yang awalnya tahan banting, sampai akhirnya nggak tahan lagi…

  • Senandika

    Arrival Section on The Airport

    Salah satu tempat paling menyenangkan di dunia ini adalah terminal kedatangan di bandara. Setiap perjalanan pasti memiliki tujuan. Dan, sampai di tempat yang dituju lalu bertemu dengan hal yang diimpikan adalah sebuah kebahagiaan. Terminal kedatangan selalu dihiasi oleh senyum dan tawa. Di detik awal pertemuan, selalu ada dua tangan yang berjabat, dua tubuh yang saling memeluk, serta dua jiwa yang akhirnya bersatu setelah sekian waktu menahan rindu. Terminal kedatangan selalu menjadi tempat membagi buah tangan – bisa dalam bentuk souvenir maupun kisah perjalanan. Menoleh ke pintu kedatangan dari dalam bandara adalah momen favorit saya. Ketika mengantre ambil bagasi, saya suka deg-degan sendiri karena nggak sabar untuk melewati pintu demi bertemu…

  • Senandika

    Let’s Find Each Other

    saya penikmat lagu-lagu Yuna sejak dulu. beberapa bulan lalu ia dilamar seorang lelaki. nggak tahu kenapa saya ikut bahagia banget. kemarin mereka menikah, saya makin berbunga-bunga lihatnya. barangkali yuna satu-satunya selebriti yang bikin saya kesengsem menyaksikan kisah cintanya. siang ini, video mereka berdua muncul di recommendation youtube saya. menyenangkan sekali nontonnya. hati saya jadi hangat melihatnya. video tersebut mengingatkan saya bahwa di dunia ini tidak hanya saya yang kadang merasa tersesat dan lelah dalam mencari ia yang tepat. semua doa akan tiba pada waktu yang tepat. tidak perlu buru-buru. tidak perlu menganggap segalanya sebagai perlombaan. percaya sama Allah. congratulation, Yuna & Adam!

  • Senandika

    Mari Bicara Soal Kopi

    Weekend lalu saya ketemuan sama salah seorang teman kuliah. Dia adalah penyuka Chatime, ketika kali pertama bertemu, hal kedua yang ia tanyakan setelah kabar saya adalah “Cil, tau Chatime di mana?” Saya menggeleng. Kami lalu berjalan mengitari mall sambil celingukan berdua. “Quickly, may be?” saran saya dengan menyebutkan merk minuman sejenis. “Ah, enggak deh, terlalu artificial,” ujarnya sambil melambaikan tangan dan terus berjalan. Oh. Saya mencoba mencerna ucapannya. Terlalu artificial. Terlalu buatan. Oh. Bisa peka gitu ya lidahnya, ucap saya dalam hati. Buat saya semua minuman itu cuma ada dua jenis – ada air putih dan selain air putih. Minuman rasa-rasa yang cocok bagi saya hanya teh, itupun sering tanpa…

  • Senandika

    Restart

    Tiap kegagalan punya rasa sesalnya sendiri. Tiap ketidakberhasilan melahirkan kekhawatirannya sendiri. Makin sering salah langkah, harusnya semakin pintar menata jejak. Makin dalam jatuhnya, harusnya makin sigap untuk bangkit. Iya, begitu teorinya. Namun masing-masing dari kita paham benar bila mencoba kembali bukanlah hal yang mudah. Ada ketakutan, prasangka, dan harapan yang berputar-putar. Sementara waktu tak pernah mau menunggu, ia tetap melaju, membuat kita was-was akan ketertinggalan. Jadi, kalau bukan sekarang, lalu kapan saat yang tepat untuk merestart semuanya?