Reading Challenge
Kata dalam Buku

Membiasakan Diri Membaca dengan Reading Challenge

Invest in yourself. It’s the best investment you can ever make.

Kalau bicara soal investasi, pikiran kita pasti otomatis mengarah pada hal-hal materiil seperti uang, bunga, dan resiko. Yes, nggak kamu aja kok, saya pun begitu. Kultur di masyarakat membuat kita mikir kalau yang bisa ditabung itu ya cuma duit – yang lain mah boro-boro, nggak bisa bikin kita kaya. Kita seringnya lupa investasi tak melulu soal tanam-tunai uang, namun juga memperkaya diri dengan ilmu. Sejak dulu saya percaya bahwa berinvestasi waktu dan ilmu pada diri sendiri akan mendatangkan keuntungan yang luar biasa besar di kemudian hari. Semakin rajin belajar dan mengeksplorasi hal baru, kita akan semakin tahu banyak hal. Semakin sering membagi ilmu, kebermanfaatannya pun kian meraksasa.

Cara investasi ke diri sendiri tuh gimana, Win?

Ada banyak cara. Menempuh pendidikan formal, bisa. Ikut kursus atau workshop, bisa. Aktif di kegiatan sosial, bisa. Kalau bagi saya sendiri sih yang paling gampang adalah dengan membaca. Klasik banget ya? Emang. Kayaknya hampir di semua artikel yang membahas kiat-kiat sukses selalu memasukkan kegiatan membaca sebagai #1 di to-do list. Kalau kamu pernah mendengar cerita-cerita orang sukses pun membaca merupakan kegiatan yang mereka lakukan secara teratur. Psst, saya bahkan punya contekan buku-buku apa saja yang menginspirasi Bill Gates, Steve Jobs, dan J. K. Rowling.

Tapi baca buku tuh malesin banget, Win!

Benar, akan terasa membebani banget kalau kita nggak terbiasa. Apapun yang dilakukan terpaksa emang bikin nggak enjoy. Maka dari itu kita perlu memulainya secara perlahan. Nggak perlu lah tiba-tiba pengen baca 50 buku per tahun. No, nggak usah muluk-muluk. Sepuluh lembar per hari aja cukup kok asal konsisten. Sisihkan waktu barang 30-60 menit dalam sehari untuk membaca. Nggak lama kan? Kalau saya lebih suka baca buku di pagi hari ketika pikiran belum terpolusi oleh keruwetan lain. Kadang saya juga baca buku di malam hari, tapi tujuannya lebih ke relaxing agar tidur lebih nyenyak tanpa gangguan smartphone. Baca buku itu banyak banget manfaatnya, salah satunya meningkatkan fokus di tengah bisingnya distraksi informasi. Membaca melatih kita jadi deep-thinker yang merangsang kita untuk lebih kritis dalam menyikapi suatu hal. Membaca membuat kita mengerti bahwa ada banyak hal di luar sana yang perlu kita pahami – pola pikir orang lain, pengaruh sejarah, dan pergerakan menuju masa depan. Membaca adalah satu cara untuk membuka pikiran.

Konsisten itu susah lho, Win..

TRUE! Menurut penelitian kita butuh lebih dari 20 hari untuk membangun kebiasaan. Itu baru membangun, belum mempertahankan ya. Agar bisa enjoy membaca dan menjadikannya habit, butuh sebulan untuk konsisten melakukannya berulang-ulang. Capek? Tentu. Ingin nyerah? Sudah pasti. Untuk itu kita butuh lingkungan yang mendukung. Kita butuh teman untuk berjuang bareng-bareng – macam pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” gitu lah. Beruntungnya saya punya support system yang baik demi mewujudkan kebiasaan membaca ini, yaitu Reading Challenge yang rutin diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena, organisasi literasi di mana saya bernaung selama ini.

Reading Challenge (RC) sendiri diselenggarakan bermodal WhatsApp Group. RC memeliki beberapa level dengan tantangan dan jumlah peserta yang berbeda-beda. Saat ini saya sudah sampai di level HR (level 3) setelah sebelumnya pernah tinggal kelas satu kali di kelas MR. HAHAHA. Ini pun baru mulai lagi di level HR setelah hiatus dua periode karena… ya ampun reading challenge ini beneran challenging banget, bok! RC level pertama bertujuan membuat kita terbiasa membaca buku (apapun) selama 40 hari. Peserta juga dibebaskan untuk membaca dalam bentuk apapun, bisa buku cetak, e-book, komik – bebas. Tiap tipe bacaan punya nilai konversi sendiri. Satu halaman buku berbahasa Inggris setara dengan dua halaman berbahasa Indonesia. Sementata komik atau buku bergambar setara dengan setengah halaman.

Di kelas MR alias RC level kedua, tiap peserta diberi tantangan untuk membaca satu judul buku dalam 8 hari. Progres membacanya harus dilaporkan tiap hari sebelum pukul 6.00 pagi. Kelas MR berlangsung selama 40 hari di mana challengenya kudu baca 5 buku dengan topik yang telah ditentukan wali kelas. Kalau dalam beberapa hari nggak lapor progres, bisa langsung tinggal kelas. Gimana, seru nggak? Seru, lah! Wong saya pernah nggak naik kelas. HAHAHA. Makanya saya butuh rehat bentar sebelum lanjut lagi di kelas HR. Sekarang kelas HR bakal mulai lagi, saya lagi siap-siap untuk memulai kebiasaan baru, yaitu membaca dan menulis rutin. Yas, level up!

Kadang untuk bisa konsisten di jalan yang baik, kita emang kudu dipaksa. Ya kayak saya gini. Perlu sampai tinggal kelas dan hiatus dua periode dulu untuk bisa lanjut. Berkat Reading Challenge, barang tentu membaca kini jadi kebiasaan saya. Udah nggak perlu dipaksa lagi untuk invesati ilmu. Bangun tidur yang dicari adalah buku, nonton berita pagi sambil baca buku, bahkan kadang bisa telat ngantor karena keasikan baca buku. Gara-gara kebiasaan baca buku, saya jadi suka menaruh buku di banyak tempat. Ibu saya sampai protes dan mengancam bakal membinasakan buku-buku di rumah saking berantakan dan berserakan di mana-mana. HAHAHA.

Tetapi alhamdulillah, walaupun kena omel dan pernah tinggal kelas, at least saya jadi merasakan sendiri manfaat membaca secara rutin. More content, kalau kata digital influencer saat ini. Pikiran juga jadi lebih fokus, nggak melulu nyari-nyari smartphone dan lari ke dunia maya. Nilai plus lain adalah kita jadi nggak mudah percaya hoax (yha, kecuali yang kamu baca cuma sekitaran broadcast di messenger app dan caption di social media doang). Kalau buat saya pribadi, membaca justru membuat saya lebih tertantang untuk mengeksplorasi lebih banyak hal. Udah kayak quote Steve Jobs yang terkenal itu loh, “stay foolish, stay hungry.”

Kalau kamu sendiri, gimana cara investasi diri yang terbaik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

clear-fix">