winonarianur.com - CARA MENEMUKAN IDE MENULIS 2
Literasi,  Menulis

Cara Menemukan Ide Menulis

Kepengin nulis tapi selalu run out of ideas? Tenang, kamu gak sendirian kok. Ada banyak, begitu banyak malah, orang-orang yang suka kepentok sebelum memulai. Saya juga kadang gitu, kok. Lihat teman-teman yang produktif sekali menulis, bawaanya pengin berkarya juga. Tapi pas udah di depan lembar kosong cuma bisa diem karena nggak tau mau menumpahkan apa.

Kertas kososng vs saya : 1 vs 0

Ada kemudian yang beranggapan kalau nggak punya ide nulis berarti nggak punya bakat nulis. “Sepertinya saya nggak bisa nulis, Win.” No, no, no. Dulu saya juga mengira kalau menulis itu bakat, tapi seiring berjalannya waktu saya sadar kalau nulis itu skill yang harus dilatih, dibiasakan, dan diasah. Sama seperti berbicara, menulis adalah salah satu cara berkomunikasi. Nggak semua orang pandai bicara, apalagi di depan umum, tapi setiap hari kita harus bicara agar mampu menyampaikan isi kepala. Bisa nggak bisa, tetap dilakukan. Begitu juga dengan menulis. Sejatinya ada satu kesamaan antara orang yang suka bicara dengan orang yang suka nulis, yaitu mereka gemar menyampaikan sesuatu. Mereka merasa hidup dengan berbagi cerita.

Nah, sekarang tinggal ditanyakan ke diri masing-masing saja, cerita apa yang ingin kamu bagikan pada dunia? Kamu ingin dunia mengenalmu sebagai siapa?

Capture Your Inspiration ini jadi tema utama yang saya bagikan di kelas menulis online Alumni BNB pada senin lalu. Kenapa saya memilih tema tersebut? Sederhana sih, karena mustahil bahas teknis nulis kalau dari awal kita nggak tahu mau nulis apa. Menyadur omongan Ika Natassa, seorang banker yang kini jadi penulis best seller di Indonesia, melalui IG TVnya menjelaskan bahwa ide menulis itu bisa didapat dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan pribadi kita. Saya mengamini pendapat Ika tersebut. Kadang kita sibuk jauh-jauh nyari ide dan berharap mendapat ide unik supaya bisa menulis kisah yang spektakuler. Sampai-sampai nggak sadar kalau ada banyak hal menarik yang bisa dikulik dari rutinitas sehari-hari. Semua tergantung dari sudut pandangnya saja.

Berangkat pagi buta, berdesakan di dalam alat transportasi umum, kerja 9-5, kadang lembur, pulang udah capek banget – begitu terus selama bertahun-tahun. Apa yang bisa diceritakan dari rutinitas membosankan tersebut, Win? Banyak. Kuncinya adalah berempati. Kegiatan tersebut menjemukan karena kita selalu memandang dari satu sisi, tapi bagaimana jika dipandang oleh driveryang bersiap lebih awal agar kita bisa menggunakan alat transportasi setiap pagi? Bagaimana jika dipandang oleh teman sekantor yang tidak bisa pulang ke rumah setiap hari karena keluarganya jauh di pulau seberang? Atau bagaimana jika dipandang dari tetangga rumah yang setiap hari kagum melihat semangat bekerja kita? Pasti hasilnya akan beda. Pasti ceritanya tak lagi sama.

Kalau saya sendiri suka banget menjaring ide dari hal-hal berbau seni. Let’s say, music. Katanya, musik itu bahasa yang universal karena dapat dinikmati setiap orang. Pernah kebayang nggak kenapa satu lagu bisa dinikmati banyak orang? Karena musik itu multitafsir – bisa diartikan bermacam-macam sesuai kondisi pendengarnya. Untuk itu ide dari sebuah lagu ditambah suasana hati saat mendengarkannya berpotensi melahirkan kisah segar yang bisa saya tuliskan. Begitupun lukisan, buku, dan film. Seni itu luas dan bebas. Setiap orang boleh mengenterpretasikan sesuka hati dan mengolahnya jadi bahan menulis sesuka hati pula.

winonarianur.com - CARA MENEMUKAN IDE MENULIS
winonarianur.com – CARA MENEMUKAN IDE MENULIS

 

Berikut beberapa pertanyaan di kelas menulis online Alumni BNB yang coba saya jawab. Semoga bermanfaat.

 

Q1: Pertanyaan Pertama dari Kak Ummu

Assalamualaikum kak Winona salam kenal saya Ummu Salamah, sebelumnya Jazakillah kak atas ilmunya, sharingnya malam ini,

Nah di materi kak Winona membahas tentang “jujur dalam menulis”, misalnya bahan tulisan kita adalah curhatan seseorang dan haruskah kita tulis juga dengan sejujur-jujurnya?

Berapa kadar presentase kejujurannya kalau misalkan diprosentasikan kak? Terimakasih kak atas waktunya

A1: waalaikumsalam, kak ummu. salam kenaaaall~

menulis jujur yang saya maksud berarti menulis dari hati (agar nantinya sampai ke hati pembaca jua). tidak dilebih2kan atau ditembel sana sini hanya agar terkesan menarik padahal minim esensi.

kalau ternyata ada curhatan seseorang yg ingin dishare, menurut saya sah2 aja, asal yg bersangkutan memperbolehkan. tp ga perlu semua yaaa.. nanti jatuhnya malah kayak nulis diary. cukup ambil nilai / value yg ingin dibagi. ceritakan sebab-akibatnya agar dapat jadi pelajaran bagi pembaca.

 

Q2: Pertanyaan Kedua dari Kak Wina

Assalamu’alaikum kak
Bagaimana cara kita menentukan judul yang menarik dan log line yang tepat.

Kadang kalo nulis saya suka ganti ganti log line nya, jadi ceritanya agak berantakan

A2: waalaikumsalam, kak wina, salam kenal yess..

ini ada sangkut pautnya sama ilmu copywriting. judul yg menarik adalah judul yg bikin penasaran.

kalau menulis nonfiksi, judul harus jelas dan mengandung keyword. kalau menulis fiksi, judul malah boleh melenceng agar pembaca penasaran 🤭

sedikit cerita, dulu saya pernah bikin cerpen duet utk sebuah lomba. temanya kejutan di bulan ramadan. cerpen tsb kami beri judul kepulangan bang toyib. kenapa? simple sih, karena bang toyib selalu diceritakan nggak pernah pulang 3x lebaran. pembaca tentu penasaran, “lho demi apa bang toyib pulang?”

soal log line atau sinopsis, kalau utk diberikan ke penerbit (apapun judulnya) harus menceritakan isi buku dgn jelas. kalau utk pembaca, naaahh.. pancing lagii biar penasaraaan~

gitu sih, semoga menjawab yaaaa

 

Q3: Pertanyaan Keempat dari Kak Nicky

Syukron jazaakillah kak Winona atas ilmu yg dibagikan.

Kak Winona saya ingin bertanya mgkn agak menyimpang dari topik, karena sayatadi baca profil kak Winona yg berpengalaman di bidang digital marketer, kebetulan saya sedang diamanahi dalam ranah tsb. Mau bertanya kak Win..
Bagaimana trik dan tips menulis agar bisa mempengaruhi audiens (pembaca) utk tertarik dengan apa yang sedang kita promosikan (misal:acara seminar, keunggulan produk) dll.?
Adakah cara khusus utk bisa menaikkan followers di sosmed yg berisi content yg ingin kita iklankan?

 

A3: halo, kak nicky

wah satu profesi nih yaa..

pertama, kita harus tau pasti apa keunggulan event/produk kita dibanding direct competitor. kalau udah tahu, maka utarakan.

contoh nih, tau campaign “minyak goreng yg bisa diminum”? campaign tsb kemudian jadi viral krn membuat masyarakat terkejuddddd. minyak goreng merk lain kemudian protes krn produk mereka jg bisa diminum. NAH! kalau udh tau keunggulannya, kenapa gak dipromosikan? 😂 kadang kita harus kreatif mengubah hal biasa jadi luar biasa.

kedua, soal followers. kalau mau organic, maka content is a king. tidak ada yg instant. harus sabar dan konsisten. butuh 3-6 bulan utk keliatan hasilnya. tp kalau mau cepat, bisa coba layanan iklan berbayarnya.

wah, ini jd bahas kerjaan yaaa

 

Q4: Pertanyaan Kelima dari Kak Ahmad Rivai

Kak Winona, saya pengen bisa menulis. Tapi “hampir selalu” kepentok. Paling cuma satu paragraf.

Memperhatikan kondisi ini, terkadang membuat saya berpikir, apakah saya harus menulis?

Kak, mohon bantuannya untuk menjawab, “haruskah saya menulis?”

 

A4: salam kenal, kak rivai.

“hampir selalu” hmm.. jadi hampir atau selalu nih?

apakah saya harus menulis? harus. menulis itu sama seperti kemampuan berkomunikasi yg lain, perlu dilatih. kalau mentok, gak apa-apa, tinggalkan dulu, endapkan. setelah beberapa hari, buka lagi, lanjutkan.

selama proses “pengendapan” kita bisa cari ide lain dari banyak sumber. jalan-jalan aja keluar rumah, melangkah agak jauh, menikmati hal-hal baru. kalau udah happy lagi, buka lagi naskah yg kemarin cuma sampai satu paragraf. pasti ntar ngalir lagi. walaupun mgkn ngalirnya ke arah yg berbeda. tp yg penting terselesaikan.

semoga membantu yaaa

Menulis itu perlu dibiasakan. Walau kepentok, cari sudut lain yang berpotensi jadi cerita. Tulis lagi, tulis terus – jangan kasih kendor. Writer’s block itu manusiawi. Tapi semakin kita rajin menulis – walaupun hasilnya busuk banget– pada akhirnya kita akan menemukan ritme mencari ide dan menulis dengan sendirinya. Yang awalnya kudu bertapa dulu sebelum nulis, sekarang tinggal lihat gelagat orang aja bisa jadi ide nulis. Yang dulu butuh buka primbon untuk menentukan tokoh cerita, sekarang kalau dengar nama unik bisa langsung bikin kerangka. Beberapa orang yang terbiasa dan konsisten menulis bahkan punya cara sendiri untuk harvesting ideas. Gokil nggak tuh? Tiap ide muncul, mereka menanamnya lalu menyiraminya dengan imajinasi. Saat ide tersebut tumbuh, berkembang, dan matang, mereka bisa langsung memetik dan mengolah idenya menjadi cerita luar biasa.

Kuncinya cuma satu sih, belajar empati. Belajar memahami sisi lain. Dengar, lihat, rasakan. Dunia ini ramai. Semua orang berusaha menyampaikan kisah melalui segala indera. Latih kepekaan. Perhatikan apa yang semesta sampaikan.

Jadi, sudah tahu mau menulis apa hari ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *