winonarianur.com - Skincare beralkohol aloe vera nature republic
Beauty,  Skincare

Lepas Dari Skincare Beralkohol (Nature Republic)

Disclaimer: there’ll be no selfie in this post. Buat gambaran aja, tipe kulit saya adalah oily-acne prone.

Usia udah seperempat abad tapi masih aja temenan sama jerawatan. Ada nggak yang kaya saya juga? Jika ya, mari berjuang bersama bikos urusan perjerawatan ini sungguh menguras hati, harga diri, dan isi dompet. Jadi, awalnya saya kira tipe kulit saya tuh hanya oily. Karena mau lagi indoor atau outdoor, kalau udah siang pasti blotting paper to the rescue supaya muka nggak mengkilat banget. Alhasil saat awal-awal pakai skincare, fokus saya adalah menggunakan produk untuk mengurangi kadar minyak di wajah. Sebab salah satu penyebab jerawat yang tak uwis-uwis ini adalah sebum (minyak wajah) yang berkumpul dengan bakteri dan kotoran. Logikanya kalau kadar minyaknya dikurangi, maka penyebab jerawat lainnya pun akan berkurang. Masuk akal kan? Maka dari itu saya berburu produk yang mendukung gerakan “anti-minyak”, termasuk aloe vera soothing gel milik salah satu merk skincare kenamaan asal korea itu. Ehm, yang gentong ijo itu lho guys.

Semua pasti pada tahu kalau banyaaak banget selebgram, influencer, beauty blogger, even youtuber yang mereview produk ini dan mengklaim jika skincare yang 92%nya mengandung ekstrak lidah buaya tersebut ampuh meredakan jerawat, mengurangi bruntusan, dan memperbaiki tekstur kulit. Untuk harga 100 ribuan, skincare tersebut tergolong murah meriah banget. Siapa yang tidak tergoda ye kan? Meski ketinggalan tren, tapi akhirnya saya masuk juga ke dalam club mbak-mbak pecinta skincare aloe vera. To be honest ketika unboxing, bau alkohol langsung menguar. Hidung saya yang agak sensitif langsung mengirim sinyal warning ke otak. Tapi otak saya yang bebal dan lebih percaya beauty vlogger tetap nekat menggunakan produk tersebut. Awal-awal pemakaian emang muka kerasa glowing sih, bruntusan juga cukup reda. Saya jadi kembali percaya diri. Meski lama-lama efeknya makin biasa aja, tapi saya tetap gaspol pakai tiap hari (ketambahan efek nggak mau rugi juga sih HAHA).

Long short story, akhirnya satu gentong aloe vera itu habis. Btw, saya tipe yang pantang nyoba skincare baru sebelum yang lama habis. Jadi emang perjuangan banget ngehabisin segentong sebelum ganti produk. Setelah lepas dari aloe vera saya baru menyadari sesuatu – skin barrier saya rusak. SEDIH NGGAK SIH? Pengin nangis rasanyaaaa!! Saya sampai menghentikan pemakaian skincare (kecuali facewash dan sunscreen) supaya kulit nggak terasa kering. Rasanya seperti ada yang hilang dari kulit saya. setelah riset sana-sini saya baru ngeh kalau titik masalahnya adalah kandungan alkohol yang tinggi dalam produk tersebut. WOW! Rasanya tuh kayak udah berusaha percaya sama orang baru eh tapi malah dikhianati. Sakit, cuy. Saya langsung switch semua produk skincare jadi alcohol-free (kecuali exfoliating toner).

Sebenarnya nggak ada yang salah dengan produk skincare yang mengandung alkohol, asal tidak masuk di lima ingredients pertama aja (yang berarti kandungannya banyak). Tapi semua kembali ke masing-masing orang sih ya. Teman saya ada yang tahan aja repurchasing aloe vera tersebut berkali-kali. Sementara saya yang niatnya mengurangi minyak malah sekarang nyari-nyari produk yang bisa menambah kadar minyak dan air dalam kulit. Agak tricky dan perlu trial-error sebelum menemukan formula yang pas.

Sekarang, tiap nyari skincare selalu pastikan kadungan teratasnya mengandung acid/fat supaya membantu kulit saya kembali kenyal seperti puding nutrijel. Karena ternyata muka berminyak itu lebih menyenangkan ketimbang kudu merasa kering – kulit jadi kayak ketarik dan dehidrasi huhu. Kembalikan kulit berminyakku. Nggak apa-apa deh kudu bawa blotting paper mulu tiap hari asal sebum saya kembali normal dan mampu melindungi kulit dari segala hal jahat yang ingin masuk ke pori-pori kulit.

Oh iya, satu lagi yang penting untuk membuat kulit tetap hydrate adalah dengan banyak minum air putih, sayur dan buah, serta lemak baik seperti minyak ikan yang mengandung omega. Buat treatment dari luar, bisa pakai essence dan serum yang fungsinya melembapkan. Kalau nggak mau ribet lagi, cari aja produk untuk mengurangi kerutan HAHA bikos ngurangin kerutan means menghindari kulit kering so yeah those anti-aging produt will help your skin hydrated.

Plus, satu lagi, buat yang kulitnya acne prone, kudu lebih mengenali faktor pemicu kulit jadi radang. Bisa jadi makanan, bisa jadi kebersihan, bisa jadi siklus tidur. Tiap orang beda-beda, tapi yang jelas, kalau jerawatan usahakan gunakan skincare sesedikit mungkin. Biarkan kulit kita healing dengan sendirinya – nggak perlu ditumpuk berbagai macam produk berlabel “jerawat”. Diemin aja, biarin. Nanti bakal sembuh sendiri kok, cuma yaaaa.. bekas jerawatnya itu yang HIKS!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *