winonarianur.com - uncertainty
Daily Thoughts

Uncertainty

Satu hal yang bisa kupetik dari 2020 ini adalah soal ketidakpastian.

Minggu pagiku kali ini dibuat dari 5000an langkah, keramik abu-abu di teras yang bolak balik kulewati, dan keheningan khas pagi hari yang belum terusik ramainya lalu lintas. Aku menatap kosong jam digital di kiri sementara isi kepala sudah berlarian ke sana ke mari. “Besok Senin,” gumamku pelan. Awal minggu yang baru lagi.

Belakangan waktu berjalan begitu cepat, langkahnya panjang dan diayunkan dengan tempo rapat. Barangkali waktu hampir mendekati akhirnya. Ia bergegas pulang demi menamatkan petualangan panjang sejak awal kehidupan. Waktu begitu terburu-buru, hingga manusia yang bergantung padanya kerap dilanda khawatir – kerap diselimuti tiba-tiba.

Bulan ini pun tak terkecuali – dalam satu hari bisa ada kabar baik dan buruk datang bersamaan. Ada cemas yang menggelayut lalu terbayar tuntas dengan rasa puas setelahnya. Berita kematian, kabar kegagalan, rasa bersalah, ketidaktahuan – semua campur aduk dan berkelindan dengan kabar bahagia yang menghangatkan, obrolan santai yang menggelitik, achievement kecil yang satu per satu berhasil diraih, hingga senyum tak terbendung saat berhasil mencicipi makanan yang udah diidam-idamkan. Waktu seakan tergesa membayar tuntas semua hutangnya. Membuat hidup kian penuh kejutan dan ketidakpastian – tidak bisa ditebak kapan bisa senang dan kapan siap sedih.

Satu hal yang bisa kupetik dari 2020 ini adalah soal ketidakpastian. Bagaimana pandemi datang sementara mitigasi negara ini kacau balau hingga membuat kita bisa kehilangan banyak hal sekaligus : keluarga, pekerjaan, bahkan harapan. Segalanya terjadi begitu cepat tanpa kita sempat bersiap. Semua dituntut cekatan dalam beradaptasi: diedukasi untuk memperkuat safety netnya masing-masing sembari diminta untuk terus maju menggerakkan apa yang sempat terhenti. 2020 berhasil mengubah perspektifku tentang konsep waktu dan harapan manusia.

Mengutip opini @asihsimanis di IG storynya Maret 2020 lalu:

The funny thing about all this is that – the reason we are anxious is because we feel the future suddenly became uncertain. When, the future was never certain. It’s just that COVID19 brings that message home to us – that our future, is never certain. Now what?

I was hooked when reading hers. It made me rooting to one of my fav surah in Quran 94:5-6 “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Dalam hiruk pikuk hidup dan ketidakpastiannya, aku kembali diingatkan bahwa Allah tidak pernah menjanjikan kehidupan yang mudah, namun Dia berfirman – bahkan meyakinkan ciptaannya secara berulang – bahwa with the hardship, there’s relief. So what makes you anxious and over think now, Win?

Ketidakpastian kerap mentrigger rasa cemas, bikin kaget, lalu panik. Tapi ibuku pernah bilang, “Jadi orang itu jangan kagetan, jangan ungah. Semua kita letakkan di tangan, hanya Allah yang kita letakkan di hati.” Kurasa Allah dan doa ibuku sudah cukup jadi pondasi kuat agar aku nggak gampang goyah menghadapi ketidakpastian. Toh meski selalu berjalan bersama, kita tak pernah mampu menggenggam waktu, meminta ditarik cepat, atau memintanya sedikit melambat agar kita tak tertinggal. Waktu sedang menuju akhirnya, begitupun kita. Dan, selagi kita dan waktu tengah bersama, yang bisa kita lakukan adalah menikmati moment yang ada. Salurkan energi untuk hal-hal besar, abaikan yang tak perlu. Kita nggak tahu pandemi ini sampai kapan, kan?

Mengutip dialog terakhir di film Boyhood (yang bikin aku hooked juga sampai sekarang), “you know how everyone’s always saying ‘seize the moment’? I don’t know, I’m kinda thinking it’s the other way around. You know, like, the moment seizes us.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *