Memanusiakan Manusia

Bincang Kemanusiaan Bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Bincang Kemanusiaan - Aksi Cepat Tanggap
Telat datang, jadi duduk di belakang

Akhir April lalu saya menghadiri acara Bincang Kemanusiaan yang diadakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Siapa coba yang nggak kenal ACT? Lembaga kemanusiaan yang menjadi media donasi guna membantu sesama ini akhirnya punya cabang di Surabaya. Hore! Walaupun kantor cabang di Surabaya difungsikan untuk representatif saja, menurut saya itu sudah good move. Setidaknya bisa menjaring lebih banyak bantuan, baik dalam bentuk uang maupun tenaga. Yang ingin mencari keberkahan, boleh banget lho gabung jadi relawan ACT. Asli, nggak rugi!

Acaranya sendiri dilaksanakan di Hotel Ibis Basuki Rahmat mulai pukul 3 sore. Pematerinya dari internal ACT sendiri. Maaf banget, saya lupa nama-nama beliau. Tapi tenang, saya nggak bakal lupa apa saja yang sudah beliau semua bagikan sore itu – benar-benar mencerahkan, berhasil menampar, dan bikin hati bergetar. Namun sekali lagi maaf, karena saya baru nulis hampir sebulan kemudian, banyak materi yang saya lupa, jadi saya akan share yang masih ada di ingatan saja ya.

Volunteer – Penyalur Manfaat

“Fitrah manusia paling bisa dilihat dari seberapa pekanya dia saat melihat penderitaan manusia lain.”

Kalimat tersebut sukses menyentuh perasaan dan bikin dinding ego saya runtuh. Sebagai manusia, kita kerap dibutakan dengan kepentingan sendiri dan sibuk mengejar mimpi masing-masing. Seringnya kita lupa bahwa fitrah kita sebagai manusia sebenarnya untuk beribadah – salah satunya dengan membantu manusia lain. Kadang mau bantu orang aja mikir dulu, bahkan sampai menimbang-nimbang baik buruknya. Padahal bantu mah bantu aja. Harta yang ada saat ini juga bukan punya kita sepenuhnya, sebagian milik orang lain yang dititipkan ke kita.

“Jika ingin urusan diri sendiri, keluarga, dan negara kita ingin dibantu Allah, maka kita harus mau mebantu urusan yang lain”

COULDN’T AGREE MORE!!

Saya jadi ingat kata-kata ibu saya yang kurang lebih sama dengan kalimat di atas. Kalau kita mau membantu ciptaan Allah, maka Allah akan membantu semua urusan kita. Kadang kita memang suka ngoyo ingin menuntaskan semua urusan kita sendiri hingga lupa kalau ada manusia lain yang butuh perhatian kita. Apalagi jika kita mau sedikit berbagi membantu saudara di belahan dunia lain, siapa tahu ntar Allah mau bantu menuntaskan pemasalahan negara kita? Kalau dipikir-pikir tuh ya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang menghargai sejarahnya, namun juga bangsa yang tak sungkan untuk membantu bencana bangsa lain.

Komunikasi itu penting!

Dan, di sini, ACT mengambil peran penting untuk menjembatani niat baik kita semua. Totalitas banget sampai membangun kapal sendiri demi bisa mengantarkan bantuan beras ke Somalia. Pada tahu campaign terkini mereka yang bernama Kapal Kemanusiaan kan? Campaignnya tersebar merata di TV, socmed, bahkan obrolan dari mulut ke mulut kok. Trus, kalian tahu nggak, dari 1000 ton beras itu terkumpul dari mana aja? Yep, dari kumpulan receh orang-orang menengah ke bawah juga. Dari 1000 rupiah dan 5000 rupiah yang dikumpulkan dari banyak tangan sampai akhirnya bisa mengatasi bencana kelaparan. Fakta ini menampar saya banget. Selama ini yang punya rasa kemanusiaan tinggi justru adalah mereka yang juga kekurangan. Sementara kita yang hobi nongkrong dengan segelas kopi lima puluh ribuan ini sudah bantu apa untuk sesama?

Ada satu hal menarik lagi yang berhasil saya petik ketika menghadiri Bincang Kemanusia kemarin. Seorang audience sempat bertanya, “kenapa beras?”. Bener juga sih, kenapa bukan uang, air bersih, mi instan, atau lainnya? Salah seorang narasumber kemudian menjelaskan alasan mengapa beras yang jadi sumbangan adalah karena Indonesia merupakan negara penghasil beras terbesar. Kalau saja sepertiga pulau jawa menjadi sawah, maka setengah masalah kelaparan di dunia dapat terselesaikan. MasyaAllah, sehebat itu. Lagi pula dengan mengirimkan beras, kita juga turut membantu para petani lokal. Bocoran aja sih, 1000 ton yang kemarin dikirim ke Somalia itu adalah hasil panen dari tanah Blora yang kemudian didistribusikan ke pelabuhan Tanjung Perak. Keren ya, niat baik yang berkahnya jadi merembet ke mana-mana. Allah memang Maha Baik!

Nggak heran sih emang kalau ACT berhasil mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Berkat gerakan kemanusiaan ini Indonesia jadi terkenal ringan tangan dan gemar membantu. Citra kita jadi baik. Padahal ACT nggak ada sangkut pautnya sama pemerintah, nggak juga dibantu pemerintah, tapi efek kebaikannya bisa menambah nilai plus bagi pemerintah Indonesia di dunia. Semua karena apa coba? Ya karena ACT bersedia untuk kembali menyadarkan kita kalau membantu sesama manusia itu akan memberikan keberkahan yang luar biasa.

Nah, sudah membantu sesama kah kamu hari ini? Jika belum, yuk berdonasi lewat ACT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *