• perkiraan yang keliru - winonarianur.com 01
    Literasi,  Menulis

    Perkiraan yang Keliru

    “Kamu nggak pengen aku di sini?” tanyanya dengan intonasi yang tiba-tiba meninggi. Aku yang sejak 15 menit lalu duduk berhadapan dengannya memilih tak bergeming, bingung harus menjawab apa. Di antara hening, ada Right By Yoursidenya James Morrison mengalun pelan. Ah, siapa sih yang mengatur playlist di cafe berkonsep open space ini? “Aku siap pindah ke sini, asal kamu mau,” yakinnya padaku. Setelah lama tak jumpa, lelaki dari masa lalu ini muncul kembali. Seminggu terakhir ia membanjiri notifikasi ponselku, minta sedikit waktuku untuk bertemu, lalu mendadak membawa buah tangan harapan baru. Jika biasanya jarak mengambil porsi besar dalam hubungan kami, kini ia dapat dilipat – semua bisa jadi dekat dan singkat.…

  • winonarianur.com - cara menemukan ide menulis
    Literasi,  Menulis

    Cara Menemukan Ide Menulis

    Kepengin nulis tapi selalu run out of ideas? Tenang, kamu gak sendirian kok. Ada banyak, begitu banyak malah, orang-orang yang suka kepentok sebelum memulai. Saya juga kadang gitu, kok. Lihat teman-teman yang produktif sekali menulis, bawaanya pengin berkarya juga. Tapi pas udah di depan lembar kosong cuma bisa diem karena nggak tau mau menumpahkan apa. Kertas kososng vs saya : 1 vs 0 Ada kemudian yang beranggapan kalau nggak punya ide nulis berarti nggak punya bakat nulis. “Sepertinya saya nggak bisa nulis, Win.” No, no, no. Dulu saya juga mengira kalau menulis itu bakat, tapi seiring berjalannya waktu saya sadar kalau nulis itu skill yang harus dilatih, dibiasakan, dan diasah. Sama seperti…

  • night drive
    Menulis

    Sebuah Surat tentang Lima Belas Lagu

    Tuan, tadi malam saya mimpi kamu. Selayaknya de javu, alur mimpi saya serupa dengan momen-momen yang pernah kita lalui bersama. Saya di bangku kiri dan kamu di bangku kanan, selalu. Langit di atas sana telah berubah gelap. Lampu-lampu kota dan rambu-rambu jalan berusaha memberi warna – seakan mencari pengakuan bahwa mereka secantik para bintang di atas sana. Jalan yang kita lalui belakangan selalu sama, lagi-lagi tujuannya adalah rumah saya. “yuk!” saya memberi tanda bahwa seatbealt telah terpasang. Siap pulang. “tunggu,” biasanya kamu meminta saya sedikit lebih sabar. Saya hapal, kamu sedang mencari sebuah benda. Bentuknya persegi panjang, ukurannya mungil, di dalamnya tersimpan sebuah album musik favoritmu. “nggak boleh sampai lupa.…