Kata dalam Buku

eat, pray, love

Judul: Eat Pray Love
Penulis : Elizabeth Gilbert
Jumlah Halaman: 334
ISBN: 9780143038412
Penerbit: Riverhead Books
Tahun Terbit: 2007

kata orang buku adalah jendela dunia, ia bisa membawa kita ke mana saja tanpa membuat kita beranjak ke mana-mana. barangkali itulah yang membuat saya suka membaca buku berlatar tempat / daerah yang jauh dari tempat saya tinggal. simple sih, saya yang tidak tahu punya jatah usia berapa ini juga ingin tahu bagaimana kehidupan di belahan dunia lain. beberapa orang menganggap saya kebarat-baratan karena senang baca buku luar. pfft, dude, you need to open your mind.

kali ini saya membaca eat, pray, love. yap, buku yang laris manis hingga diangkat ke layar lebar dan dimainkan oleh julia robert tersebut akhirnya kebagian jatah membawa saja jalan-jalan keliling dunia. italia, india, hingga bali, berawal dari kekecewaan dan patah hati yang teramat sangat akibat perceraian hingga akhirnya mampu menemukan cinta kembali. sebuah perjalanan panjang untuk healing, kembali mengenal diri sendiri, hingga berani membuka diri pada orang lain. yang model-model begini emang w demen banget sih.

judul novel keluaran tahun 2007 tersebut memang menceritakan tiga elemen penting dalam hidup perempuan. eat – who doesnt love foooooood? perempuan mana yang hidupnya jauh dari masak dan makan? gilbert dengan detail menceriitakan tentang petualangan kulinernya di italy – eating and enjoying her life. di italia ia juga belajar bahasa baru, menyatu dengan budaya asli dengan melepaskan embel-embel turis. selanjutnya pray – the simplest yet so complicated – ia melalui tiga bulan hidupnya di india untuk pencarian spitirual. mulai dari mencari guru, menemukan ketenangan, sampai menumbuhkan kebahagian batin. gils, setelah perceraian dan pergulatan dalam diri, healing itu berat banget. been there, done that. setelah itu love – the most exciting part – mendarat di bali untuk belajar membuka diri dan jatuh cinta lagi. buat yang udah pernah nontonnya pasti udah tau gimana dulu ramainya pemberitaan media ketika julia roberts ke ubud buat syuting. lalu nama ketut liyer pun mencuat sebagai ahli pembaca garis tangan.

long short story (karena tak boleh spoiler), berkat eat, pray, love, w bisa jalan-jalan ke tiga negara – not bad. walaupun nggak bisa bohong kalau bawaannya kayak lagi naik roller-coaster banget pas baca – entah w yang terlalu udik atau emang novelnya sebagus itu. untuk kamu yang suka romance dan jalan-jalan nggak ada salahnya membaca buku karya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *