Uncategorized

it’s Heart’s Script, baby!

Hai, halo semuanya! 😀
Saya mau woro-woro nih, kami dari teman-teman penulis #TheScriptProject akhirnya melahirkan sebuah maha karya yang cetar membahana badai halilintar tornado puting beliung! Karya kami ini bernama Heart’s Script, sebuah antologi yang siap mengaduk-aduk perasaan kalian semua.
Tahu band The Script kan? pasti pernah dengerin lagunya dooonngg.. Yap, The Script adalah band asal Dublin, Irlandia, yang terkenal lewat lagu The Man Who Cant Be Moved. Eits, tapi lagu mereka nggak cuma itu lho, masih ada Breakeven, Nothing, Science And Faith, dan lain-lain. Nah, di antologi ini, 15 penulis amatir berhasil menuliskan cerita-cerita aduhai yang terinspirasi dari lagu-lagu mereka. Mau cerita manis, getir, sampai yang endingnya nggak ketebak, semuanya ada! 
Jadi Heart’s Script itu kumpulan cerpen ya, Win? Yoih! kamu bisa menemukan cerpen dan flash fiction secara bersamaan di antologi yang covernya unyu banget ini. Buat yang suka main-main dengan twist, pasti nggak bakal menyesal baca buku ini deh! 
Penasaran gimana isi antologi ini? Nih, saya kasih teasernya, salah satu flash fiction saya dalam Heart’s Script yang terinspirasi dari Before The Worst, salah satu lagu di album pertama The Script.
PERTUNJUKAN SORE
Before too late, before too long
Let’s try and take it back before it all went wrong
Before The Worst
Butiran air langit jatuh satu per satu, menghantam tanah kering yang sudah hampir setahun tak mereka cumbui. Rintik-rintik itu menghantam atap sebuah halte di atas kepala kita. Bising, namun menenangkan.
Sore itu bukan hanya tanah yang kegirangan bertemu hujan. Hatiku juga, terutama saat tanpa sengaja melihatmu duduk di halte itu. Sama-sama menunggu hujan pergi.
“Apa kabarmu?” tanyaku setelah membakar satu-satunya rokok yang masih tersisa.
“Baik,” jawabmu singkat.
Aku tahu kamu berbohong. Pipi yang semakin tirus, mata yang semakin sayu, rambut sebahu yang acak-acakan, dan muka pucat yang tidak lagi terbungkus make up ini kamu anggap ‘baik’?
“Apa kabar dia?” Aku mengepulkan asap.
“Sangat baik, dia sedang sibuk di kantor. Biasa, ngurusin kredit nasabah untuk target akhir tahun ini.”
“Jadi, kapan kalian akan menikah?” Kamu pun menarik napas panjang, seakan meminta hujan turut melarutkan duka di dadamu.
“Bulan depan, doakan semua berjalan lancar, ya.” Kamu menoleh sebentar ke arahku, lalu tersenyum sambil memperbaiki kacamata yang melorot.
“Aku selalu mendoakanmu tiap malam, asal kau tahu.”
“Oh ya? Terima kasih kalau begitu.” Dan senyum itu muncul lagi, senyum yang membuatku jatuh cinta sekali lagi.
“Untuk apa berterima kasih sekarang? Lebih baik berterima kasih nanti saja, saat dia pergi dan kita kembali bersatu lagi.” Keningmu pun berkerut.
“Kamu masih mengharapkan kita seperti dua tahun lalu?” Aku mengangguk pasti dan kamu tertawa nyaring, membuat beberapa orang di sekeliling kita ikut menoleh.
“Kenapa tidak? Toh, kalau bukan karena perjodohan sialan itu, saat ini yang tertulis di undangan pernikahanmu pasti namaku, bukan dia.”
“Sudahlah, jangan mengada-ada. Kenapa kamu tidak membahagiakan dirimu sendiri saja ketimbang terus-terusan mengharapkan yang tak mungkin?”
“Hey, tapi bahagiaku itu kamu!”
“Dan bahagiaku adalah dia,” ucapmu mantap. Ya, sebulan lagi memang.
“Kalau begitu coba lihat itu,” aku menunjuk dua orang manusia di seberang jalan, keduanya baru saja keluar restoran dan sedang berjalan di bawah payung yang sama. Matamu pun ikut melirik mengikuti arah telunjukku menunjuk.
“Yang mana?” Kamu memperbaiki letak kacamatamu lagi, berusaha memperhatikan apa yang kupinta.
“Itu yang di seberang sana.” Sebuah taksi berhenti di depan mereka, si perempuan lalu membuka pintu taksi.
“Kamu akan menikah dengan dia?” Dan si laki-laki mencium bibir si perempuan cukup lama, masih di bawah payung itu. Mereka lalu saling bertatapan sambil berpelukan sebelum si perempuan akhirnya masuk ke dalam taksi.
Gimana gimana? Itu baru satu flash fliction, masih ada banyak karya lain milik teman-teman yang siap mengaduk-aduk perasaan kamu, kamu, dan kamu.
Tertarik?  Sok atuh kemari : http://nulisbuku.com/books/view/heart-s-script 
Euh, itu cara belinya gimana, Win? Itu sih gampaaangg, tinggal ikuti langkah-langkah seperti di http://nulisbuku.com/cara-belanja ajaaa.. Admin Nulisbuku akan siap membantu kok, kalau bingung, email aja ke admin@nulisbuku.com. Kalau masih bingung, email ke saya aja di winona.rianur@gmail.com, nanti saya bantu 🙂
Oh iya, antologi ini nggak dijual di toko buku karena kami menerbitkannya secara indie (self-publish) lewat nulisbuku.com. Jadi ntar nggak usah tanya mbak-mas di toko buku yaa, tanya @nulisbuku atau @winonarianur aja, ntar kita tunjukkan di mana bukunya 🙂
PS : listen to the song while you read! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *