Senandika

Lima Maret Dua Ribu Enam Belas

Tuhan itu Maha Lucu.
Bagaimana bisa Ia kembali mempertemukan kita setelah hampir tiga tahun tak bicara, tak tatap muka, dan pura-pura tak kenal satu sama lain? Bagaimana bisa, kita, yang dulu pernah begitu dekat namun terlalu ceroboh hingga menyakiti satu sama lain ini bisa kembali duduk berhadapan dan bercerita tentang banyak hal seakan semua baik-baik saja? Coba jelaskan padaku bagaimana bisa segala hal menjadi familiar kembali setelah tahunan kita berusaha menghapus segala jejak?
Tuan, tidakkah kau pikir ini lucu?

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *