• winonarianur.com - unlove
    Daily Thoughts

    Unlove

    I’m not really good at this, tapi mari bicara soal perasaan. Saya suka gemas dengan orang-orang yang mengartikan benci sebagai kebalikan dari cinta. No, it’s different thing. Ketika kita tak lagi mencintai atau dicintai, benci bukanlah perasaan yang pas untuk mengisi kekosongan tersebut. Kesal, jengkel, marah, itu wajar karena merupakan reaksi kehilangan. Ketika stress, bagian otak kita yang bernama amygdala akan aktif dan melahirkan negative emotions. Anxiety, depressed, sad, etc. Sayangnya kita sering menyalahartikan negative emotions tersebut sebagai kebencian. Guys, those feelings are temporary, trust me. Saya percaya, benci bukan lawan dari cinta. Kebalikan dari cinta adalah tidak peduli. Unlove, kalau saya bilang. Yang biasanya khawatir, berubah jadi acuh. Yang…

  • winonarianur.com - cara menemukan ide menulis
    Literasi,  Menulis

    Cara Menemukan Ide Menulis

    Kepengin nulis tapi selalu run out of ideas? Tenang, kamu gak sendirian kok. Ada banyak, begitu banyak malah, orang-orang yang suka kepentok sebelum memulai. Saya juga kadang gitu, kok. Lihat teman-teman yang produktif sekali menulis, bawaanya pengin berkarya juga. Tapi pas udah di depan lembar kosong cuma bisa diem karena nggak tau mau menumpahkan apa. Kertas kososng vs saya : 1 vs 0 Ada kemudian yang beranggapan kalau nggak punya ide nulis berarti nggak punya bakat nulis. “Sepertinya saya nggak bisa nulis, Win.” No, no, no. Dulu saya juga mengira kalau menulis itu bakat, tapi seiring berjalannya waktu saya sadar kalau nulis itu skill yang harus dilatih, dibiasakan, dan diasah. Sama seperti…

  • winonarianur.com - jakarta, lagi
    Daily Thoughts,  Traveling

    Jakarta, lagi

    Urusan pekerjaan membawa saya kembali ke ibukota. Untuk pertama kalinya, kendaraan yang saya tumpangi dari bandara tidak mengarah ke rumah, melainkan ke tengah kota. Sederet gedung perkantoran menyambut saya, lengkap dengan kaum urban yang mencari asa di dalamnya. Ada banyak orang, namun hening. Ada sedikit canda, namun banyak harap. Ada lelah, namun tetap saling mengejar. Jakarta, kota ramai yang kesepian.

  • night drive
    Menulis

    Sebuah Surat tentang Lima Belas Lagu

    Tuan, tadi malam saya mimpi kamu. Selayaknya de javu, alur mimpi saya serupa dengan momen-momen yang pernah kita lalui bersama. Saya di bangku kiri dan kamu di bangku kanan, selalu. Langit di atas sana telah berubah gelap. Lampu-lampu kota dan rambu-rambu jalan berusaha memberi warna – seakan mencari pengakuan bahwa mereka secantik para bintang di atas sana. Jalan yang kita lalui belakangan selalu sama, lagi-lagi tujuannya adalah rumah saya. “yuk!” saya memberi tanda bahwa seatbealt telah terpasang. Siap pulang. “tunggu,” biasanya kamu meminta saya sedikit lebih sabar. Saya hapal, kamu sedang mencari sebuah benda. Bentuknya persegi panjang, ukurannya mungil, di dalamnya tersimpan sebuah album musik favoritmu. “nggak boleh sampai lupa.…

  • Puisi

    Kembali

    yang dikira akan menetap ternyata hanya ingin singgah sebentar, singkat, sekilas datang membawa buah tangan khas masa lalu; sebuah kotak pandora berisi nada, tawa, dan peluk   yang disangka adalah pertanda ternyata hanya prasangka melingkar lalu menjalar di kepala; mengikat dan menarik-narik asa yang telah terburai – membuat yang berdebu kembali hangat untuk ditempati   yang pernah hilang dari ucap tiba-tiba kembali berbicara menghaturkan kata kunci pembuka pintu baja seraya bersenandung manis di telinga lalu pelan-pelan minta disebut dalam tiap lembar doa   yang lalu kini datang yang hilang telah pulang ia terasa benar ia kembali; kembali membuka apa yang telah tertutup kembali mewarnai apa yang pernah kelam kembali membawa…

  • Puisi

    Resonansi

    ini bukan tentang siapa yang berlari paling cepat melainkan siapa yang mampu menggapai sudut terjauh menembus ratusan lapisan lingkar demi sehirup udara baru; bebas dari pekatnya harapan yang membusuk   di sana, di langkah-langkah cepat yang kita ayunkan ada napas yang saling berkejaran serta teriakan orang-orang yang saling bersahutan; menyemangati, melahirkan resonansi   namamu menggantung di telingaku namaku bergetar di rumah siputmu   masing-masing dari kita berusaha menggapai ujung sementara waktu terus memburu ingin membunuh tuan, rasa-rasanya sedetik lagi aku akan tenggelam dalam peluh dan sendu akibat bahagia yang meluruh   ingin kumemalingkan pandang barang sekejap untuk memastikan kau masih kuat lari menjauh namun suara di kepala berkali-kali menolak, bisiknya,…

  • Daily Thoughts

    Jadi, Sebenarnya Sampean Asli Mana?

    Saya sering banget dapat pertanyaan tersebut tiap kali order ojek/taksi online. Obrolan yang mengalir antara saya dan driver seringnya berakhir dengan rasa penasaran tentang dari mana saya berasal. Saya tahu, umumnya mereka menyimpan tanya sejak kali pertama saya bicara. Kok nggak medhok ya? Kok logatnya kayak bukan dari sini ya? Sebenarnya nggak cuma sama driver doang sih, tiap kali kenalan dengan orang baru pasti mereka bakal menanyakan hal yang sama. Lalu saya bakal jawab apa? I simply answer it with “dari Indonesia.” Biasanya mereka bakal ketawa, lalu kembali mengajukan pertanyaan yang sama. Di balik fenomena ini sebenarnya saya agak terusik. Ada apa sih dengan gaya bicara saya? Ada apa sih dengan asal saya? Ada apa sih dengan orang-orang…

  • Daily Thoughts

    Menghargai Minoritas

    Akhir-akhir ini Indonesia lagi kacau. Sesak. Terlalu riuh. Menegangkan. Saya yang di Surabaya aja merasa demikian, nggak kebayang gimana rasanya kalau beneran tinggal di Jakarta, tempat di mana semua kegaduhan berasal. Well, saya nggak bakal menulis tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Pula saya tak sedang membandingkan peristiwa belakangan ini dengan kejadian pada ‘98 lalu. Kali ini saya hanya ingin berbagi cerita bagaimana rasanya menjadi minoritas di negeri yang konon menjunjung tinggi toleransi ini. Indonesia yang kita kenal memang terbentuk dari keberagaman yang kompleks. Kalau mau lihat dari sisi baiknya, kita bisa bilang Indonesia ini kaya. Kalau mau lihat dari sisi negatif, masih masuk akal kalau kita bilang…