Uncategorized

Pelengkapku

Ini adalah hari kelima di bulan pertama tahun baru ini. Sejak pagi banyak orang yang mendadak tersenyum bahagia melihat wujudku, banyak doa mereka terbangkan kepada Tuhan untukku, dan ribuan ucapan selamat membanjiri kontakku. Senang? Tidak. Justru rasanya hampa.
Sudah pukul tujuh malam. Seseorang yang sejak pagi buta kuharapkan datang tak juga menunjukkan tandanya. Sialan. Bisa-bisanya ia rusak hari ulang tahunku begitu saja.
Jarum detik terus bergerak, menambah jumlah menit, lalu menambah jumlah jam pada akhirnya. Tidak, aku tidak mau waktu berjalan terlalu cepat dan membawa kabur hari ulang tahunku begitu saja, tanpa dia disini.
Aku tetap saja menunggunya. Bodoh? Kalau iya, memangnya kenapa? Hanya dia yang kuharapkan, hanya dia yang mampu menggenapkan doa orang-orang seharian ini. Tanpanya hari ini hanyalah tanggal lima januari, tidak lebih.
Ponselku mendadak berbunyi lagi untuk entah keberapa puluh kalinya dalam satu hari ini. Dengan malas kubuka pesan singkat yang masuk. Bukan, ini bukan dari dia yang kutunggu. Hanya ucapan selamat dari salah seorang sepupu.
“Wish you a happy birthday my little sister. May you’ll always happy, health, n success. Wipe your tears, even he weren’t call you anymore. He must see you grow old and he smile by your pray. We love you so much”

Gotta keep myself calm but the truth is you’re gone
If You Could See Me Now – The Script

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *