Senandika

Take Me Home Where I Belong

Kemarin, aku melakukan salah klik yang …. yang menjadi salah klik terbaik sepanjang hidup. Seperti biasa, main ke YouTube, nonton MV musisi terbaru (kalau nggak salah inget kemarin nonton Birds-nya Coldplay), lalu nggak sengaja nge-klik one of suggestion videos. Padahal pengin buka video yang di atasnya, tapi malah slip. Yah, salah, gerutuku dalam hati. Hampir klik back sampai kemudian intro lagu Runaway ini mengalun. Gambaran hutan langsung bikin aku mengurungkan niatan awal. Apalagi saat Aurora muncul dan bersuara, udah deh, langsung terpaku mematung memandangi. Suaranya, wardrobe-nya, alunan musik indie-popnya, hingga pemandangan hutan yang cantik banget sukses bikin aku jatuh hati.
Aaaaaaaakkkk!! Saya suka! Saya suka! Saya sukaaaa!!
Runaway – Aurora

I was painting a picture 
The picture was a painting of you 
And for a moment I thought you were here 
But then again, it wasn’t true
Aurora, penyanyi Norwegia yang masih berumur 19 tahun ini langsung bikin aku keinget sama Birdy. Warna vocal mereka serupa, cocok banget nyanyiin lagu-lagu indie yang menghantarkan racun-racun ke kepala kita. Lirik-liriknya juga berhasil berlarian di bilik-bilik jantung, menggelitik rasa-rasa yang sudah lama berhasil dininabobokan. MVnya pun selalu epic – iya, aku sudah play semua MV Aurora di YouTube. Pokoknya, semua hal yang dihasilkan dedek satu ini terasa begitu  … indah. Duh, aku sampai bingung mau menjelaskan kayak gimana :’))
I got no other place to go 
Now take me home 
Take me home where I belong

At first you might see a young Sia in her. Yep, outlook-nya memang mirip. Potongan rambut, outfit, sampai make up. Beberapa lagu Aurora juga bikin kita ingat sama lagu-lagu Sia, terutama di album Best Of. Ada sisi-sisi dark di antara keduanya yang saling bertautan. Ada sesuatu, entah apa, yang membuat dua musisi yang lahir di dua benua berbeda ini saling berkelindan.
Semoga saja apa-apa yang berhasil Birdy dan Sia raih sekarang kelak akan dinikmati oleh Aurora pula. Dunia butuh mendengar lebih banyak keindahan seperti ketiganya. Bukan justru mengidolakan lagu-lagu sampah yang modal lirik picisan, melodi hasil jiplakan, dan gaya penyanyinya yang sok bintang.

Amin.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *